Anak kecil tidak bisa menerawang masa depan, tapi tak pernah khawatir akan hari esok. Anak kecil juga tidak bisa mengubah masa lalu, tapi tak pernah ia menyesal akan hal itu. Anak kecil hanya melakukan yang terbaik di saat dan waktu ia ada dan mengada. Berbeda dengan sebagian besar kaum besar, yang seolah-olah selalu sarat akan kerumitan, dan kegalauan.
Mustahil memaksa menjelma Jayabaya, yang bisa menerawang masa depan. Tak ada gunanya pula memaksa memiliki keris sakti, yang mampu mengubah masa lalu. Sehingga hal paling logis yang dapat dikerjakan di titik dan saat tertentu adalah melakukan yang terbaik. Yang terbaik untuk setiap fase, setiap babaknya. Manis atau pahit kemudian yang penting merupakan buah dari usaha terbaik sekarang, kan?
Saya mencoba mendalaminya. Menelaah mulai dari masalah pertemanan, perkuliahan, karier, hingga percintaan, Benar juga, ya…. Siapa yang tahu bocah yang barusan mengajak berkenalan akan menjadi sahabat terhebat di perantauan kelak? Siapa yang tahu ujian matematika besok akan memberikan soal seperti apa? Siapa yang tahu sarjana muda ini nantinya akan menjadi bos, atau jongos belaka? Siapa yang tahu status in a relationship yang sudah ada sekarang akan berlanjut ke pelaminan, atau malah pelamunan? Tidak ada yang tahu.
Yesterday is history, tomorrow is a mystery, today is a gift, that’s why it’s called the present.” -Alice Morse Earle
Comments on: "Kemarin, Hari Ini dan Esok" (1)
Aku ingin kembali seperti anak kecil, if only i can do.