Menurut cerita, pada suatu ketika seorang raja ingin menguji kesadaran warga kotanya.
Raja memerintahkan agar setiap orang, pada suatu malam yang telah ditetapkan
membawa sesendok madu untuk dituangkan dalam sebuah bejana yang telah disediakan
di puncak bukit di tengah kota.
Seluruh warga kota memahami benar perintah tersebut dan menyatakan kesediaan
mereka untuk melaksanakannya.
Tetapi, dalam pikiran seorang warga kota ( katakanlah [...]
Archive for the ‘Short Story’ Category
Mulai dari dirisendiri
Posted in Short Story on June 22, 2007 | Leave a Comment »
Paku
Posted in Short Story on April 24, 2007 | 1 Comment »
Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk
mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong
paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar
belakang setiap kali dia marah …
Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia
marah … Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati
bahwa ternyata [...]
Nilai
Posted in Short Story on April 24, 2007 | Leave a Comment »
Suatu ketika, ada seorang kakek yang sedang berada di sebuah taman
kecil. Di dekatnya terdapat beberapa anak yang sedang bermain pasir,
membentuk lingkaran. Ia lalu menghampiri mereka, dan berkata:
“Siapa yang mau uang Rp. 10.000!!” Semua anak itu berhenti bermain dan
serempak mengacungkan tangan. Ia lalu berkata, “Kakek akan memberikan
uang, tapi, setelah kalian semua melihat ini dulu.”
Kakek itu lalu [...]
Garam dan Telaga
Posted in Short Story on April 24, 2007 | Leave a Comment »
Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi,
datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah.
Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak
seperti orang yang tak bahagia.
Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua
yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil
segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil [...]
Ibu
Posted in Short Story on April 24, 2007 | Leave a Comment »
Suatu ketika, selesai kuliah saya pulang naik kereta. Siang itu begitu
panas. Untunglah saat itu keadaannya sepi, dan saya mendapat bangku di
ujung gerbong belakang. Jam menunjukkan pukul 14 lewat. Di depan saya,
ada seorang ibu yang berjualan pulpen kayu. Entah, apakah itu bisa di
bilang pulpen, sebab, tampaknya memang demikian, dan itulah yang
dijajakannya. Ibu itu berpakaian sederhana, tapi [...]
Mata kuliah dari seorang PEMULUNG
Posted in Short Story on April 13, 2007 | Leave a Comment »
Oleh Sus Woyo
Hujan rintik-rintik tiba-tiba mengguyur kawasan kampus di kota saya. Saya bergegas masuk ke sebuah warung bubur langganan para mahasiswa di depan fakultas teknik sebuah PTN. Di sudut warung tersebut, seorang lelaki berkumis sedang begitu santai menikmati segelas kopi dan sebatang rokok kretek. Saya duduk tak begitu jauh darinya.
Ketika hujan mulai lebat, laki-laki itu [...]
Pelajaran Berharga Sebelum Sholat
Posted in Short Story on April 13, 2007 | Leave a Comment »
Oleh Bayu Gawtama
Sudah kewajiban seorang muslim berwudhu (bersuci) sebelum sholat. Sudah pasti tidak sah seseorang yang sholat tanpa berwudhu. Nah, suatu hari saya dan seorang sahabat hendak sholat berjamaah, kemudian saya bertanya pada diri sendiri dengan suara pelan, “Eh, sepertinya saya masih punya wudhu dan belum batal. Nggak usah wudhu ah.”
Mendengar suara saya tersebut, sahabat [...]
Doa seorang calon pengantin
Posted in Short Story on April 13, 2007 | Leave a Comment »
Oleh Ekaerawati
Kalaulah ada kisah di zaman dahulu bahwa ada satu orang di antara tiga orang yang bisa bertawasul dengan amalannya untuk bisa membuka batu yang menghimpit pintu gua, maka aku tertarik dengan tawasulnya. Demiuntuk menghindari zina dengan perempuan yang diberinya uang dengan tebusan tubuhnya walaupun ia mudah melakukannya.
Kalaulah ada kisah tentang pernikahan dan syarat maharnya, [...]
Maafkan aku Ayah dan Ibu
Posted in Short Story on April 13, 2007 | Leave a Comment »
Oleh Rudi Setiawan
Ayah, Ibu, maafkan Aku, ini sudah kodrat Ku.
Aku lahir kedunia belum cukup pada waktunya Delapan bulan 2 hari, tepat pada tanggal 3 Oktober 2006, jam 11, 45 dengan bantuan operasi. di RS Permata Ibu.
Bahagia sekali rasaya, ketika pisau bedah menyentuh kulit plasenta yang membungkusku. Bahagia sekali rasaya aku akan berkumpul dengan keluargaku.
Tapi takdir [...]
Surga di Telapak kaki Ibu
Posted in Short Story on April 13, 2007 | 2 Comments »
Oleh Kinkin Mirajul Muttaqien
“Al-Jannatu tahta aqdamil ummahat – Surga itu di telapak kaki ibu”, awalnya tak pernah terbayang seperti apa dan kenapa surga mesti di telapak kaki ibu? Padahal ayah adalah pemegang tanggung jawab dalam keluarga. Saat kita mulai ingat akan segala sesuatu di dunia ini, mungkin tidak banyak mereka yang menyadari hadits pendek namun [...]