Feeds:
Posts
Comments

Kepompong Ramadhan

KEPOMPONG RAMADHAN

Semua amal anak Adam dapat dicampuri kepentingan hawa nafsu, kecuali shaum. Maka sesungguhnya shaum itu semata-mata untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya (Hr. Bukhari Muslim).

Pernahkan Anda melihat seekor ulat bulu? Bagi kebanyakan orang, ulat burlu memang menjijikkan bahkan menakutkan. Tapi tahukah Anda kalau masa hidup seekor ulat ini ternyata tidak lama. Pada saatnya nanti ia akan mengalami fase dimana ia harus masulk ke dalam kepompong selama beberapa hari. Setelah itu ia pun akan keluar dalam wujud lain : ia menjelma menjadi seekor kupu-kupu yang sangat indah. Jika sudah berbentuk demikian, siapa yang tidak menyukai kupu-kupu dengan sayapnya yang beraneka hiasan indah alami? Sebagian orang bahkan mungkin mencari dan kemudian mengoleksinya bagi sebagai hobi (hiasan) ataupun untuk keperluan ilmu pengetahuan.

Semua proses itu memperlihatkan tanda-tanda Kemahabesaran Allah. Menandakan betapa teramat mudahnya bagi Allah Azza wa Jalla, mengubah segala sesuatu dari hal yang menjijikkan, buruk, dan tidak disukai, menjadi sesuatu yang indah dan membuat orang senang memandangnya. Semua itu berjalan melalui suatu proses perubahan yang sudah diatur dan aturannya pun ditentukan oleh Allah, baik dalam bentuk aturan atau hukum alam (sunnatullah) maupun berdasarkan hukum yang disyariatkan kepada manusia yakin Al Qur’an dan Al Hadits.

Jika proses metamorfosa pada ulat ini diterjemahkan ke dalam kehidupan manusia, maka saat dimana manusia dapat menjelma menjadi insan yang jauh lebih indah, momen yang paling tepat untuk terlahir kemabli adalah ketika memasuki Ramadhan. Bila kita masuk ke dalam ‘kepompong’ Ramadhan, lalu segala aktivitas kita cocok dengan ketentuan-ketentuan “metamorfosa” dari Allah, niscaya akan mendapatkan hasil yang mencengangkan yakni manusia yang berderajat muttaqin, yang memiliki akhlak yang indah dan mempesona.

Inti dari badah Ramadhan ternyata adalah melatih diri agar kita dapat menguasai hawa nafsu. Allah SWT berfirman, “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggalnya.” (QS. An Nazii’at [79] : 40 – 41).

Selama ini mungkin kita merasa kesulitan dalam mengendalikan hawa nafsu. Kenapa? Karena selama ini pada diri kita terdapat pelatihan lain yang ikut membina hawa nafsu kita ke arah yang tidak disukai Allah. Siapakah pelatih itu? Dialah syetan laknatullah, yang sangat aktif mengarahkan hawa nafsu kita. Akan tetapi memang itulah tugas syetan. apalagi seperti halnya hawa nafsu, syetan pun memiliki dimensi yang sama dengan hawa nafsu yakni kedua-duanya sama-sama tak terlihat. “Sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah ia sebagai musuhmu karena syetan itu hanya mengajak golongannya supaya menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala,” demikian firman Allah dalam QS. Al Fathir [25] : 6).

Akan tetapi kita bersyukur karena pada bulan Ramadhan ini Allah mengikat erat syetan terkutuk sehingga kita diberi kesempatan sepenuhnya untuk bisa melatih diri mengendalikan hawa nafsu kita. Karenanya kesempatan seperti ini tidak boleh kita sia-siakan. Ibadah shaum kita harus ditingkatkan. Tidak hanya shaum atau menahan diri dari hawa nafsu perut dan seksual saja akan tetapi juga semua anggota badan kita lainnya agar mau melaksanakan amalan yang disukai Allah. Jika hawa nafsu sudah bisa kita kendalikan, maka ketika syetan dipelas kembali, mereka sudah tunduk pada keinginan kita. Dengan demikian, hidup kita pun sepenuhnya dapat dijalani dengan hawa nafsu yang berada dalam keridhaan-Nya. Inilah pangkal kebahagiaan dunia akhirat. Hal lain yang paling utama harus kita jaga juga dalam bulan yang sarat dengan berkah ini adalah akhlak. Barang siapa membaguskan akhlaknya pada bulan Ramadhan, Allah akan menyelamatkan dia tatkala melewati shirah di mana banyak kaki tergelincir, demikianlah sabda Rasulullah SAW.

Pada bulan Ramadhan ini, kita dianggap sebagai tamu Allah. Dan sebagai tuan rumah, Allah sangat mengetahui bagaimana cara memperlakukan tamu-tamunya dengan baik. Akan tetapi sesungguhnya Allah hanya akan memperlakukan kita dengan baik jika kita tahu adab dan bagaimana berakhlak sebagai tamu-Nya. Salah satunya yakni dengan menjaga shaum kita sesempurna mungkin. Tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga belaka tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh kita ikut shaum.

Mari kita perbaiki segala kekurangan dan kelalaian akhlak kita sebagai tamu Allah, karena tidak mustahil Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan terakhir yang dijalani hidup kita, jangan sampai disia-siakan.

Semoga Allah Yang Maha Menyaksikan senantiasa melimpahkan inayah-Nya sehingga setelah ‘kepompong’ Ramadhan ini kita masuki, kita kembali pada ke-fitri-an bagaikan bayi yang baru lahir. Sebagaimana seekor ulat bulu yang keluar menjadi seekor kupu-kupu yang teramat indah dan mempesona, amiin.***

By. Aa Gym.

Short Lesson

SHORT LESSON

Ini sebagian dari kumpulan pelajaran bijak yang sempet aku tulis dari buku-buku yang udah aku baca, sebenarnya ada banyak sekali. insyaAllah lain kali aku publishin lagi.

Salah satu jalan yang ampuh, salah satu sumber yang tidak pernah kering dari kekayaan pikiran adalah buku. Sedang cara menggalinya adalah dengan dengan membaca, jadi bukan suatu kebetulan ketika Allah menjadikan Iqro sebagai perintah yang pertama. (read and read)

Kekayaan benda berpisah ketika kita berikan kepada orang lain, tetapi kekayaan pikiran tetap melekat walau di bagi kepada orang lain, bahkan akan terus bertambah. Dan apabila tidak di bagikan dengan orang lain kekayaan pikiran itu akan raib, karena kita bisa lupa dan orang lain bahkan tidak akan pernah tau kalau pikiran yang raib itu pernah ada pada kita. (its suport me to be a good teacher and to give what ever knowledge i have to every one)

Kemampuan kemampuan diri adalah harta yang tidak kelihatan. Ia tersimpan di dalam pikiran, perasaan, akal dan hati kita masing masing. Bila kita tidak menyadarinya, apalagi tidak mengolahnya atau tidak mengaktifkanya, tidak ada satu kekayaanpun di bumi ini yang dapat mengimbangi ketidak hadirannya. (i’ll always try to find it)

Jadikanlah diri ini sepertihalnya air dalam sungai, yang terus menerus mengalir tanpa pernah memutuskan dirinya dari sumbernya. (insyaAllah)

Mau Tak Mau Kita Harus Berani Dewasa

Bertambahnya umur, seiring pertambahan waktu menambah juga ranting ranting kehidupan yang memang harus di jalani. Ibarat kehidupan sekolah dimana umur menentukan setiap jenjang pendidikan. Semakin tinggi tingkatan semakin susah, ibaratnya semakin tinggi pohon semakin kencang angin bertiup. Inilah jalan hidup yang memang harus di jalani, karena sebagai manusia kita tidak bisa mengingkari adanya natural law. Meskipun kadang perasaan berat, takut, dan kecemasan menghantui, tapi toh kita tetap akan terus bertambah usia seiring pertambahan waktu, sedangkan kedewasaan adalah pilihan. Tak jarang kita menemukan orang yang kalau di lihat dari umur seharusnya sudah bisa bertingkah dewasa, namu ternyata dia masih ke kanak kanakan. Oleh karena itu, seharusnya dan sepatutnya kita harus belajar bersikap dewasa. Karena kedewasaan bukanlah natural of law yang pasti datang akan tetapi kedewasaan adalah pilihan. Seperti pepatah yang mengatakan “Tua itu PASTI tapi dewasa itu PILIHAN”. Jadi manakah yang kita pilih, akankah tetap menjadi pecundang yang tidak mau mengakui kenyataan, dengan tetap bersikap kekanak kanakan ataukah menjadi pemberani yang bersiap diri menerima dan menghadapi kenyataan, dengan berani bersikap dewasa dalam menjalani kehidupan.

Its What People Said About Me

Kemarin kebetulan aku lagi free, ga ada kerjaan dan ga ada kegiatan. Biasanya klo free aku suka buat nongkrong di perpus seharian. Well, soalnya ga ada lagi tempet yang ok buat di jadiin pelarian selain di situ. Sampai sampai petugasnya kadang manfaatin aku buat gantiin jaga klo dia lagi ada urusan. Aku sih ga apa apa selama aku ga di suruh dia untuk ngerbersihin satu perpustakaan J he he he……

Im just joking. Kebetulan hari itu aku lagi ga mood buat ke sana, temen satu satunya ya cuman hand phone butut warisan ayahku, yang udah setia nemenin aku meski dia harus dijadiin buronan selama satu tahun J kok bisa? Ya bisa lah!! Hehehe…well ini cerita jujur yang ga patut di tiru oleh siapapun, kecuali bagi mereka mereka yang tinggal di asrama. Why?… yups! Because kejadian ini cuman bakalan di temuin di boarding school, ya emang mana lagi tempet yang ga ngebolehin seorang pelajar buat baha HP kecuali di sono. Gini ceritannya HP itu sebenernya udah aku bawa dari satu tahun yang lalu ketika aku masih jadi student, meski sebenernya bawa HP itu ga boleh, but gimana lagi, masa hari gini ga da hand phone di tangan, apalagi buat orang yang mobilitasnya tinggi kayak aku J hehehe…(dalam mimpi maksutnya) walhasil jadilah hand phone itu barang terlarang yang harus di sembunyiin baik dari ustazah maupun temenku sendiri. Dengan beribu ribu trik persembunyian ahirnya selamatlah hand phone itu dari penyitaan secara paksa oleh pihak yang berwajib. Sampai sekarang, klo liat hand phone itu aku kagum, dia bisa tetep survive menghadapi kenyataan pahit, yups..kenyataan yang ngebawa dia ke dlm keadaan yang amat sangat menyakitkan klo bahasa manusianya, dan lagi dia harus memiliki majikan yang ga terlalu open kayak aku J.

Kembali ke bahasan awal, ahirnya aku iseng ngadaain survei dadakan ke beberapa orang yang aku anggap tau dan bisa ngasih penilaian secara jujur tentang siapa aku sebenarnya di mata mereka. Kalau kata mereka sih itu bukan survei tapi lebih mirip introgasi, anyway yang penting intinya sama, mendapat jawaban secara jujur atas pertanyaan yang di ajukan. Titik.

Dari keterangan responden dapat di simpulkan bahwasanya aku ini…..?#$!~%%^ pengen tau? Ada syaratnya, ikutin instruksi berikut dengan baik dan benar: pertama tama tarik nafas panjang, buang, lalu make a fresh mind, lapangkan hati, karena ini kejujuran, tau kan kalau kejujuran itu sepahita empedu kata peribahasa lo! Jadi jangan tuntut aku klo salah. Ok lanjut, kemudian buka mata… dan baca! He he he.. udh kayak apa aja.

Dari pertanyaan, Satu kata untuk gambarkan aku, ada beberapa pendapat, prosentasenya kurang lebih sbb. Baik/Nice(50%) mandiri(10%), labil(10%)baby(10) cuek(20%). Hehehe….kok ga ada yang bilang jahat, galak, iseng, moody, selfish dll??? Wah kayaknya respondenya kurang neh………(kurang apa? Kurang banyak apa kurang jujur?) hayooo….

Yang ke dua dari pertanyaan 2 hal yang harus aku ubah ada beberapa pendapat juga dan ini lebih conplicated. Soalnya ga ada yang sama, hayo,,nyimpulinya gimana? Aku tulis semua aja ya, kata orang aku harus ngubah sifat atau sikap : cara berkomunikasi, childish, males, buang waktu, WTD, cuek. NB: banyak responden yang tidak menjawab.

Dari pertanyaan 3 hal yang harus aku lakukan banyak sekali pendapat dan juga rentetan nasehat panjang, mulai dari yakin hanya kepada Allah, banyak ibadah, rajin belajar, banyak beramal, easy going, kerja keras and tawadhu, istiqomah, sampai nasehat untuk jadi ahwat J (dlm hati aku bilang, emang aku ahwatkan masak ikhwan? Kan bahasa arabnya cewek itu akwat hehehe… ga kok iseng aja! I do undestand the meaning)

Pertanyaan terahir ini selain banyak yang tidak merespon klopun ada respon intinya hampir sama dengan yang di atas.

Nah, hasil survei ini emang sengaja aku publikasikan. Karena banyak orang yang beranggapan salah tentang aku, dan aku ga mau kalau kalian ( temen temen yang hanya kenal secara on-air) beranggapan salah, dikiranya aku ini orang yang baik,soleh,dll… dan ngerasa ketipu. ga,aku cuma an ordinary humand live yang banyak banget kekurangan dan pastinya aku akan tetep berusaha untuk bisa berubah, to be a better person each day, jadi kalau kalian nyesel karena ngerasa salah berpendapat atau mungkin nyesel temenan ma aku, ya silahkan. Tapi selain itu aku juga berharap kalian masih tetep mau untuk ngebantuin aku berubah, yups changes to be better or may be best.

Aku ga nyesel kalau semisalnya setelah ini ada orang ataumungkin banyak orang yang step back from me, karena yang aku harepin memang temen temen yang mau nerima aku apa adanya. Dan buat temen temen yang masih mau temenan ama aku, aku harap banget untuk selalu bisa ngebantuin aku berubah untuk bisa jadi lebih baik.

And last, thanks buat all responden yang udh bersedia ngasih waktunya buat ngasih pendapat, jujur atau tidaknya aku tidak tau. Tapi insyaAllah semua ini akan abadikan, ga Cuma di tulisan tapi insyaAllah juga dalam kenyataan, dengan perubahan aku. Semoga ini semua bisa jd amal soleh buat kalian. Jazakumullahu khairan.

Dlm muhasabah

Agust-08

Kembali Memaknai Solat

Sholat merupakan perkara pertama yang nanti akan di tanyakan di hari kiyamat. Jika sholat seseorang bagus maka dia akan selamat, karena amal amal lain masih bisa untuk membantunya. Namun jika solatnya sudah jelek, jangan harap akan ada keselamatan. Siksa itu begitu pedih, sanpai tidak ada hal di dunia ini yang melebihi pedih siksanya.

Dalam sehari, allah telah memberikan kita waktu 24 jam sedangkan kita hanya di minta untuk mendirikan solat selama 5 kali sehari. Dimana tiap solat mungkin hanya membutuhkan waktu tak lebih dari 10 menit. Itu berarti allah hanya meminta 50menit dari 24jam yang Iya berikan. Masihkah kamu menganggapnya susah dan berat?

Dari Abdullah bin Umar, dari Nabi saw: “ barang siapa yang mau memelihara shalat maka shalat itu akan menjadi cahaya baginya dan akan menjadi bukti serta keselamatan di hari kiamat. Sebaliknya, barangsiapa yang tidak mau memelihara shalat maka dia tidak mempunyai cahaya dan bukti, serta keselamatan, dan besok di hari kiamat ia akan bersama dengan Qorun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf” Nauzubillah suma nauzubillah. hadis ini terdapat pada kitab at-Thahrir halaman 258.

Banyak hal yang menjadikan sholat itu utama di banding ibadah ibadah lainya. Akan tetapi kemurahan allah tidak akan pernah ada habisnya, kepada orang orang yang sedang di landa sakit, dalam perjalanan atau dalam bahaya allah memberikan keringanan kepada kita dalam melaksanakanya. Oleh karena itu tegakkanlah solat selagi kita bisa, karena jika tidak penyesalan tiada terkira yang nantinya akan kita terima.

Janganlah kita terpedaya dengan tipuan tipuan setan, karena zaman sekarang ini banyak orang yang meninggalkan solat dengan dalil bahwasanaya agama bukan pada shalat akan tetapi agama itu adalah perbuatan hati dan perangai yang bagus. Sungguh tipudaya yang sangat menyesatkan, dan alangkah sedihnya karena hal ini kini sudah menjadi biasa di antara kita. Ini benar benar tipudaya setan. Bagaimana di katakan beragama kalau ia tidak mau melaksanakan kewajibannya, merusak rukun rukun dan tiang serta meremehkan syi’ar syi’arnya?

Oleh karena itu, marilah kita coba kembali menghayati makna penting dari shalat, bagi kita yang belum melaksanakannya maka alangkah baiknya kita mulai kembali untuk melaksanakannya. Dan bagi yang sudah mari kita hayati secara lebih mendalam, agar kita bisa mencapai kekhusuan.

Dalam rangka perbaikan diri.

BELAJAR HIDUP BAHAGIA

Jika kamu tidak dapat berubah, maka jaman akan menelan kamu dengan kejamnya.

Perubahan, dalam hidup adalah sebuah sunatullah, tidak ada ketetapan yang akan menjamin keadaan hari ini akan sama dengan waktu yang akan datang. kemampuan untuk merespons perubahan, berarti kemampuan untuk melihat diri jauh kedalam sambil mengartikan dan mengatakan bahwa diri ini masih jauh dari sempurna. Dari kesadaran seperti itu, maka akan timbul keinginan untuk terus memperbaiki. Dari keinginan untuk memperbaiki, akan timbul hasrat untuk belajar. Maka, teramat beruntung, sungguh, orang-orang yang dalam hidupnya selalu haus untuk belajar. Dalam proses belajar, kita bisa tahu sisi mana dari diri kita yang harus diperbaiki. Hidup, jika dihadapi dengan kemampuan seadanya tentu saja hanya akan menghasilkan ketidakbermaknaan dan kehampaan yang dalam. Karena manusia, fitrahnya adalah selalu menginginkan kebaikan dalam segala hal. Dan kondisi ideal ini, tidak ada jaminan semua orang, akan mendapatkannya dalam setiap waktu.

Belajar Hidup Bahagia

Maka, belajarlah untuk hidup bahagia dengan belajar untuk hidup dengan penuh rasa syukur. Mengapa ? karena kondisi ideal dalam kacamata aku dan kamu belum tentu akan selalu terjadi. Lebih penting lagi, karena sebenarnya Tuhan terlalu baik pada kita dengan memberi banyak hal, namun…kita terkadang lalai dengan selalu menjadikan kehidupan sebagai beban menumpuk yang harus dipikul sendiri tanpa ada kepercayaan dan keyakinan bahwa : Masalah-masalah itu teramat kecil dimata Allah.

Semua, semua yang ada pada diri bukankah karunia yang maha indah.

Mungkin kita harus lebih melihat kedalam, dan merasakan ada titik dalam diri yang merindukan “sesuatu”.

Saat kita mendapatkan dan menemukan pusat kesadaran itu, maka langit akan lebih cerah berwarna, dan hidup bukanlah hal yang harus ditakuti.

Bahagia ? adalah sesuatu yang “mahal” namun “murah” untuk didapatkan.

Cukuplah dengan banyak bersyukur, maka Tuhan akan memberi lebih rasa bahagia itu.

Regards,

http://bayuadhitya.wordpress.com/

sorry

Banyak orang yang berpikir klo yang aku tulis di sini adalah tulisanku

bukan, ini aku ambil dari email teman2 atau dari web site yang aku temui.

jangan mengira aku dari apa yang anda lihat di sini.

karenya kenyataannya berbeda.

tapi tak ada kata terlambat untuk bertaubat dan memperbaiki diri.

please help me.

Perjalanan Hidup Manusia
Oleh: Iman Santoso, Lc

Kehidupan manusia merupakan perjalanan panjang, melelahkan, penuh liku-liku, dan melalui tahapan demi tahapan. Berawal dari alam arwah, alam rahim, alam dunia, alam barzakh, sampai pada alam akhirat yang berujung pada tempat persinggahan terakhir bagi manusia, surga atau neraka. Al-Qur’an dan Sunnah telah menceritakan setiap fase dari perjalanan panjang manusia itu.

Al-Qur’an diturunkan Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw. berfungsi untuk memberikan pedoman bagi umat manusia tentang perjalanan (rihlah) tersebut. Suatu rihlah panjang yang akan dilalui oleh setiap manusia, tanpa kecuali. Manusia yang diciptakan Allah swt. dari tidak ada menjadi ada akan terus mengalami proses panjang sesuai rencana yang telah ditetapkan Allah swt.

Saat ini ada dua teori yang menyesatkan orang banyak. Al-Qur’an dengan tegas membantah teori itu. Pertama, teori yang mengatakan manusia ada dengan sendirinya. Dibantah Al-Qur’an dengan hujjah yang kuat, bahwa manusia ada karena diciptakan oleh Allah swt. Kedua, teori yang mengatakan manusia ada dari proses evolusi panjang, yang bermula dari sebangsa kera kemudian berubah menjadi manusia. Teori ini pun dibantah dengan sangat pasti bahwa manusia pertama adalah Adam as. Kemudian selanjutkannya anak cucu Adam as. diciptakan Allah swt. dari jenis manusia itu sendiri yang berasal dari percampuran antara sperma lelaki dengan sel telur wanita, maka lahirlah manusia.

Rasulullah saw. semakin mengokohkan tentang kisah rihlatul insan. Disebutkan dalam beberapa haditsnya. “Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang musafir” (HR Bukhari). Dalam hadits lain: ”Untuk apa dunia itu bagiku? Aku di dunia tidak lebih dari seorang pengendara yang berteduh di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkannya” (HR At-Tirmidzi).

Alam Arwah

Manusia merupakan makhluk terakhir yang diciptakan Allah swt. setelah sebelumnya Allah telah menciptakan makhluk lain seperti malaikat, jin, bumi, langit dan seisinya. Allah menciptakan manusia dengan dipersiapkan untuk menjadi makhluk yang paling sempurna. Karena, manusia diciptakan untuk menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi dan memakmurkannya.

Persiapan pertama, Allah mengambil perjanjian dan kesaksian dari calon manusia, yaitu ruh-ruh manusia yang berada di alam arwah. Allah mengambil sumpah kepada mereka sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an: Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” (Al A’raf: 172).

Dengan kesaksian dan perjanjian ini maka seluruh manusia lahir ke dunia sudah memiliki nilai, yaitu nilai fitrah beriman kepada Allah dan agama yang lurus. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Ar-Ruum: 30). Rasulullah saw. bersabda: “Setiap anak dilahirkan secara fitrah. Maka kedua orang tuannya yang menjadikan Yahudi atau Nashrani atau Majusi.” (HR Bukhari)

Alam Rahim

Rihlah pertama yang akan dilalui manusia adalah kehidupan di alam rahim: 40 hari berupa nutfah, 40 hari berupa ‘alaqah (gumpalan darah), dan 40 hari berupa mudghah (gumpalan daging), kemudian ditiupkan ruh dan jadilah janin yang sempurna. Setelah kurang lebih sembilan bulan, maka lahirlah manusia ke dunia.

Allah swt. berfirman: “Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (Al-Hajj: 5)

Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya seseorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya 40 hari nutfah, kemudian ‘alaqoh selama hari yang sama, kemudian mudghoh selama hari yang sama. Kemudian diutus baginya malaikat untuk meniupkan ruh dan ditetapkan 4 kalimat; ketetapan rizki, ajal, amal, dan sengsara atau bahagia.” (HR Bukhari dan Muslim)

Seluruh manusia di dunia apapun kondisi sosialnya diingatkan tentang awal kejadiannya yang berasal dari benda yang hina, yaitu sperma lelaki dan sel telur wanita. Manusia sebelumnya belum dikenal, belum memiliki kemuliaan dan kehormatan. Lalu apakah manusia akan bangga, congkak, dan sombong dengan kondisi sosial yang dialami sekarang jika mengetahui asal muasal mereka?

Setelah mencapai 6 bulan sampai 9 bulan atau lebih, dan persyaratan untuk hidup normal sudah lengkap, seperti indra, akal, dan hati, maka lahirlah manusia ke dunia dalam keadaan telanjang. Belum bisa apa-apa dan tidak memiliki apa-apa.

Alam Dunia

Di dunia perjalanan manusia melalui proses panjang. Dari mulai bayi yang hanya minum air susu ibu lalu tubuh menjadi anak-anak, remaja dan baligh. Selanjutnya menjadi dewasa, tua dan diakhiri dengan meninggal. Proses ini tidak berjalan sama antara satu orang dengan yang lainnya. Kematian akan datang kapan saja menjemput manusia dan tidak mengenal usia. Sebagian meninggal saat masih bayi, sebagian lagi saat masa anak-anak, sebagian yang lain ketika sudah remaja dan dewasa, sebagian lainnya ketika sudah tua bahkan pikun.

Di dunia inilah manusia bersama dengan jin mendapat taklif (tugas) dari Allah, yaitu ibadah. Dan dalam menjalani taklifnya di dunia, manusia dibatasi oleh empat dimensi; dimensi tempat, yaitu bumi sebagai tempat beribadah; dimensi waktu, yaitu umur sebagai sebuah kesempatan atau target waktu beribadah; dimensi potensi diri sebagai modal dalam beribadah; dan dimensi pedoman hidup, yaitu ajaran Islam yang menjadi landasan amal.

Allah Ta’ala telah melengkapi manusia dengan perangkat pedoman hidup agar dalam menjalani hidupnya di muka bumi tidak tersesat. Allah telah mengutus rasulNya, menurunkan wahyu Al-Qur’an dan hadits sebagai penjelas, agar manusia dapat mengaplikasikan pedoman itu secara jelas tanpa keraguan. Sayangnya, banyak yang menolak dan ingkar terhadap pedoman hidup tersebut. Banyak manusia lebih memperturutkan hawa nafsunya ketimbang menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup, akhirnya mereka sesat dan menyesatkan.

Maka, orang yang bijak adalah orang yang senantiasa mengukur keterbatasan-keterbatasan dirinya untuk sebuah produktifitas yang tinggi dan hasil yang membahagiakan. Orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang senantiasa sadar bahwa detik-detik hidupnya adalah karya dan amal shalih. Kehidupannya di dunia sangat terbatas sehingga tidak menyia-nyiakannya untuk hal-hal yang sepele, remeh apalagi perbuatan yang dibenci (makruh) dan haram.

Dunia dengan segala kesenangannya merupakan tempat ujian bagi manusia. Apakah yang dimakan, dipakai, dan dinikmati sesuai dengan aturan Allah swt. atau menyimpang dari ajaran-Nya? Apakah segala fasilitas yang diperoleh manusia dimanfaatkan sesuai perintah Allah atau tidak? Dunia merupakan medan ujian bagi manusia, bukan medan untuk pemuas kesenangan sesaat. Rasulullah saw. memberikan contoh bagaimana hidup di dunia. Ibnu Mas’ud menceritakan bahwa Rasulullah saw. tidur diatas tikar, ketika bangun ada bekasnya. Maka kami bertanya: “Wahai Rasulullah saw., bagaimana kalau kami sediakan untukmu kasur.” Rasululah saw. bersabda: “Untuk apa (kesenangan) dunia itu? Hidup saya di dunia seperti seorang pengendara yang berteduh di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkannya.” (HR At-Tirmidzi)

Perjalanan hidup manusia di dunia akan berakhir dengan kematian. Semuanya akan mati, apakah itu pahlawan ataukah selebriti, orang beriman atau kafir, pemimpin atau rakyat, kaya atau miskin, tua atau muda, lelaki atau perempuan. Mereka akan meninggalkan segala sesuatu yang telah dikumpulkannya. Semua yang dikumpulkan oleh manusia tidak akan berguna, kecuali amal shalihnya berupa sedekah yang mengalir, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shalih. Kematian adalah penghancur kelezatan dan gemerlapnya kehidupan dunia. Kematian bukanlah akhir kesudahan manusia, bukan pula tempat istirahat yang panjang. Tetapi, kematian adalah akhir dari kehidupannya di dunia dengan segala yang telah dipersembahkannya dari amal perbuatan untuk kemudian melakukan rihlah atau perjalanan hidup berikutnya.

Bagi orang beriman, kematian merupakan salah satu fase dalam kehidupan yang panjang. Batas akhir dari kehidupan dunia yang pendek, sementara, melelahkan, dan menyusahkan untuk menuju akhirat yang panjang, kekal, menyenangkan, dan membahagiakan. Di surga penuh dengan kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, dan belum terlintas oleh pikiran manusia. Sementara bagi orang kafir, berupaya menghindar dari kematian dan ingin hidup di dunia 1.000 tahun lagi. Tetapi, sikap itu adalah sia-sia. Utopia belaka. Karena, kematian pasti datang menjumpainya. Suka atau tidak suka.

Alam Barzakh

Fase berikutnya manusia akan memasuki alam kubur atau alam barzakh. Di sana mereka tinggal sendiri. Yang akan menemaninya adalah amal mereka sendiri. Kubur adalah taman dari taman-taman surga atau lembah dari lembah-lembah neraka. Manusia sudah akan mengetahui nasibnya ketika mereka berada di alam barzakh. Apakah termasuk ahli surga atau ahli neraka. Jika seseorang menjadi penghuni surga, maka dibukakan baginya pintu surga setiap pagi dan sore. Hawa surga akan mereka rasakan. Sebaliknya jika menjadi penghuni neraka, pintu neraka pun akan dibukakan untuknya setiap pagi dan sore dan dia akan merasakan hawa panasnya neraka.

Al-Barra bin ’Azib menceritakan hadits yang panjang yang diriwayat Imam Ahmad tentang perjalanan seseorang setelah kematian. Seorang mukmin yang akan meninggal dunia disambut ceria oleh malaikat dengan membawa kafan surga. Kemudian datang malaikat maut duduk di atas kepalanya dan memerintahkan ruh yang baik untuk keluar dari jasadnya. Selanjutnya disambut oleh malaikat dan ditempatkan di kain kafan surga dan diangkat ke langit. Penduduk langit dari kalangan malaikat menyambutnya, sampai di langit terakhir bertemu Allah dan Allah memerintahkan pada malaikat: “Catatlah kitab hambaku ke dalam ’illiyiin dan kembalikan kedunia.” Maka dikembalikan lagi ruh itu ke jasadnya dan datanglah dua malaikat yang bertanya: Siap Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa lelaki yang diutus kepadamu? Siapa yang mengajarimu? Hamba yang beriman itu dapat menjawab dengan baik. Maka kemudian diberi alas dari surga, mendapat kenikmatan di kubur dengan selalu dibukakan baginya pintu surga, dilapangkan kuburnya, dan mendapat teman yang baik dengan wajah yang baik, pakaian yang baik, dan aroma yang baik. Lelaki itu adalah amal perbuatannya.

Alam Akhirat (Hari Akhir)

Dan rihlah berikutnya adalah kehidupan di hari akhir dengan segala rinciannya. Kehidupan hari akhir didahului dengan terjadinya Kiamat, berupa kerusakan total seluruh alam semesta. Peristiwa setelah kiamat adalah mahsyar, yaitu seluruh manusia dari mulai nabi Adam as. sampai manusia terakhir dikumpulkan dalam satu tempat. Di sana manusia dikumpulkan dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang, dan belum dikhitan. Saat itu matahari sangat dekat jaraknya sekitar satu mil, sehingga mengalirlah keringat dari tubuh manusia sesuai dengan amalnya. Ada yang sampai pergelangan kaki, ada yang sampai lutut, ada yang sampai pusar, ada yang sampai dada, bahkan banyak yang tenggelam dengan keringatnya.

Dalam kondisi yang berat ini manusia berbondong-bondong mendatangi para nabi untuk meminta pertolongan dari kesulitan yang maha berat itu. Tetapi semuanya tidak ada yang dapat menolong. Dan terakhir, hanya Rasulullah saw. yang dapat menolong mereka dari kesulitan mahsyar. Rasulullah saw. sujud di haribaan Allah swt. di bawah Arasy dengan memuji-muji-Nya. Kemudian Allah swt. berfirman: “Tegakkan kepalamu, mintalah niscaya dikabulkan. Mintalah syafaat, pasti diberikan.” Kemudian Rasululullah saw. mengangkat kepalanya dan berkata: “Ya Rabb, umatku.” Dan dikabulkanlah pertolongan tersebut dan selesailah mahsyar untuk kemudian melalui proses berikutnya.

Peristiwa berikutnya adalah hisab (perhitungan amal) dan mizan (timbangan amal) bagi manusia. Ada yang mendapatkan proses hisab dengan cara susah-payah karena dilakukan dengan sangat teliti dan rinci. Sebagian yang lain mendapatkan hisab yang mudah dan hanya sekadar formalitas. Bahkan sebagian kecil dari orang beriman bebas hisab.

Di antara pertanyaan yang akan diberikan pada manusia di hari Hisab terkait dengan masalah prinsip dalam hidupnya. Rasulullah saw. bersabda: “Tidak akan melangkah kaki anak Adam di hari kiamat sehingga ditanya 5 hal di sisi Allah: tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya untuk apa digunakan, tentang hartanya dari mana mencarinya, dan ke mana menginfakkannya, dan apa yang diamalkan dari ilmunya.” (HR At-Tirmidzi). Di masa ini juga dilakukan proses qishash, orang yang dizhalimi meng-qishash orang yang menzhalimi.

Kejadian selanjutnya manusia harus melalui shirath, yaitu sebuah jembatan yang sangat tipis dan mengerikan karena di bawahnya neraka jahanam. Semua manusia akan melewati jembatan ini dari mulai yang awal sampai yang akhir. Shirath ini lebih tipis dari rambut, lebih tajam dari pedang, dan terdapat banyak kalajengking. Kemampuan manusia melewati jembatan itu sesuai dengan amalnya di dunia. Ada yang lewat dengan cepat seperti kecepatan kilat, ada yang lewat seperti kecepatan angin, ada yang lewat seperti kecepatan burung, tetapi banyak juga yang berjalan merangkak, bahkan mayoritas manusia jatuh ke neraka jahanam.

Bagi orang-orang yang beriman, akan minum telaga Rasulullah saw. yang disebut Al-Kautsar. Rasulullah saw. bersabda: “Telagaku seluas perjalanan sebulan, airnya lebih putih dari susu, aromanya lebih wangi dari misik, dan gayungnya sebanyak bintang di langit. Siapa yang meminumnya, maka tidak akan pernah haus selamanya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Surga dan Neraka

Pada fase yang terakhir dari rihlah manusia di hari akhir adalah sebagian mereka masuk surga dan sebagian masuk neraka. Surga tempat orang-orang bertakwa dan neraka tempat orang-orang kafir. Kedua tempat tersebut sekarang sudah ada dan disediakan. Bahkan, surga sudah rindu pada penghuninya untuk siap menyambut dengan sebaik-baiknya sambutan. Neraka pun sudah rindu dengan penghuninya dan siap menyambut dengan hidangan neraka. Al-Qur’an dan Sunnah telah menceritakan surga dan neraka secara detail. Penyebutan ini agar menjadi pelajaran bagi kehidupan manusia tentang persinggahan akhir yang akan mereka diami.

Orang-orang kafir, baik dari kalangan Yahudi, Nashrani maupun orang-orang musyrik, jika meninggal dunia dan tidak bertobat, maka tempatnya adalah neraka. Neraka yang penuh dengan siksaan. Percikan apinya jika ditaruh di dunia dapat membakar semua penghuni dunia. Minuman penghuni neraka adalah nanah dan makanannya zaqum (buah berduri). Manusia di sana tidak hidup karena penderitaan yang luar biasa, dan juga tidak mati karena jika mati akan hilang penderitaannya. Di neraka manusia itu kekal abadi.

Orang-orang beriman akan mendapatkan surga dan kain sutra karena kesabaran mereka. Dalam surga mereka duduk-duduk bersandar di atas dipan, tidak merasakan panas teriknya matahari dan dingin yang sangat. Mereka dinaungi pohon-pohon surga dan buahnya sangat mudah untuk dipetik. Mereka juga mendapatkan bejana-bejana dari perak dan piala-piala minuman yang sangat bening. Mereka akan minum minuman surga yang rasanya sangat nikmat seperti minuman jahe yang didatangkan dari mata air surga bernama Salsabila. Di surga juga ada banyak sungai yang berisi beraneka macam minuman, sungai mata air yang jernih, sungai susu, sungai khamr, dan sungai madu.

Penghuni surga akan dilayani oleh anak-anak muda yang jika dilihat sangat indah bagaikan mutiara yang bertaburan. Surga yang penuh dengan kenikmatan dan kerajaan yang besar. Orang beriman di surga memakai pakaian sutra halus berwarna hijau dan sutra tebal, juga memakai gelang terbuat dari perak dan emas. Allah swt. memberikan minuman kepada mereka minuman yang bersih.

Dan yang tidak kalah nikmatnya yaitu istri-istri dan bidadari surga. Mereka berwarna putih bersih berseri, bermata bulat, pandangannya pendek, selalu gadis sebaya belum pernah disentuh manusia dan jin. Buah dadanya montok dan segar, tidak mengalami haidh, nifas, dan buang kotoran.

Puncak dari semua kenikmatan di surga adalah melihat sang pencipta Allah yang Maha Indah, Sempurna, dan Perkasa. Sebagaimana manusia dapat melihat bulan secara serentak, begitu juga manusia akan memandang Allah secara serentak. Indah, mempesona, takzim, dan suci. Allah Akbar.

Allah akan memasukkan hamba–Nya ke dalam surga dengan rahmat-Nya, dan surga adalah puncak dari rahmat-Nya. Allah Ta’ala akan memasukan hamba-Nya ke dalam rahmat (surga) berdasarkan rahmat-Nya juga. Disebutkan dalam hadits shahih: “Sesungguhnya Allah Ta’ala memiliki 100 rahmat. Diturunkan (ke dunia) satu rahmat untuk jin, manusia, dan binatang. Dengan itu mereka saling simpati dan kasih sayang. Dengan satu rahmat itu pula binatang buas menyayangi anaknya. Dan Allah swt. menyimpan 99 rahmat bagi hamba-Nya di hari kiamat.” (Muttafaqun alaihi) .

Maka, sejatinya nikmat surga itu jauh dari apa yang dibayangkan manusia. Rasulullah saw. bersabda: “Allah swt. berkata, “Aku telah siapkan bagi hambaKu yang shalih sesuatu yang belum dilihat mata, belum didengar telinga, dan belum terlintas pada hati manusia” (Muttafaqun ‘alaihi). Apakah akan kita hanya berpuas diri dengan mengejar satu rahmat Allah yang dibagi-bagi untuk seluruh penduduk dunia, sementara kita melalaikan 99 rahmat yang tersisa? Semoga kita termasuk dari sedikit orang yang berpikir. Amin.

www. dakwatuna.com

optimis dalam doa

Optimisme dalam Berdoa


Rasulullah SAW bersabda, ”Apabila seorang di antara kamu berdoa, janganlah dia berkata, ‘Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau sudi.’ Tetapi, bersungguh-sungguhlah dalam memohon. Dan, mohonlah perkara-perkara yang besar dan mulia (surga atau pengampunan) karena Allah tidak ada sesuatu pun yang besar bagi-Nya dari apa yang telah dianugerahkan.” (Shahih Muslim No 4838).

Berdoa ibarat pedang bagi seorang Muslim. Ia menjadi alat pelindung bagi siapa pun yang memerlukan. Sederhananya, doa adalah alat untuk menjembatani semua pengharapan dan permintaan hamba pada Tuhannya. Layaknya sebuah bahasa, doa adalah salah satu jenis percakapan antara hamba dan Tuhannya. Ia menghubungkan ketidakberdayaan hamba dan kemahakuasaan Allah. Tentu saja, karena begitu sakralnya, doa berbeda dengan percakapan umumnya. Ia memiliki tata cara, adab, serta etika yang harus dilakukan. Salah satu etika yang harus dilakukan dalam berdoa adalah optimisme dalam berdoa.

Rasulullah melarang kita untuk berdoa dengan lafal yang menunjukkan pesimisme seperti dalam hadis di atas. Walau bisa jadi pelafalan doa itu bermaksud untuk menunjukkan ketidakberdayaan seorang hamba, jangan sampai membuat nuansa bahwa Allah tidak memiliki kehendak untuk mengabulkan apa pun.

Optimisme dalam berdoa pun sering kali ditunjukkan pula dengan seberapa penting dan besar sesuatu yang diminta. Islam mengajarkan etika kepada kita agar meminta dan berharap akan perkara-perkara yang besar, seperti pengampunan dosa dan pengharapan surga. Hal itu menunjukkan seorang hamba mengerti bahwa doa merupakan dialog penting untuk meminta dan berharap hal-hal yang penting pula.

Tidak semua masalah harus dikemukakan. Namun, berharap agar bisa menyelesaikan masalah adalah lebih baik. Tidak semua harapan diutarakan, tetapi meminta agar merasa cukup adalah lebih baik. Sederhananya, setiap hamba memiliki kebutuhan dan harapan, tetapi tidak setiap kebutuhan dan harapan layak untuk dijadikan permintaan dalam berdoa. Begitulah semangat optimisme berdoa yang harus dibangun sehingga nuansa berdoa tidak hilang karena pesimisme kita atau karena kerdilnya permintaan-permintaan kita. Wallahu a’lam.

Sumber : REPUBLIKA, Hikmah

Sepotong Roti Beracun untuk Echange Student

International Exchange Student merupakan program yang di adakan dengan tujuan cultural learning, untuk membangun rasa respect akan perbedaan kebudayaan. Hal ini di mulai sekitar lima puluh tahun yang lalu, ketika terjadi perang dunia ke II. AFS (American Fire Service) merupakan organisasi pelopor pertama di adakanya program pertukaran kebudayaan. Di awali oleh para supir ambulace yang bertugas pada perang dunia ke II di mana mereka harus loyal membantu siapapun yang membutuhkan bantuan, entah itu kawan ataupun lawan. Setelah perang dunia usai, banyak dari mereka tetap tinggal di daerah bekas konflik, bercampur dengan penduduk sekitar. Di sinilah awal mula terbentuknya rasa saling menghargai akan perbedaan kebudayaan. Program ini kemudian di kembang luaskan, hingga saat ini. Dan kenyataanya program ini memang membantu terciptanya perdamaian, karena menimbulkan adanya rasa saling pengertian akan adanya perbedaan di antara umat manusia.

Lambat laun, program yang semula bertujuan sangat mulia ini di salah gunakan oleh pihak yang sangat tidak bertanggung jawab. Tidak ada teman yang abadi dan tidak ada musuh yang abadi yang abadi hanyalah kepentingan. Konfil konflik yang terjadi selama ini di belahan dunia mengisyaratkan bahwa meskipun kita satu agama, budaya. ras, ataupun suku tapi ketika kepentingan kita berbeda maka persamaan itu akan hilang, dan tak ayal lagi konflikpun akan terjadi.

sebagai contoh nyata Malaysia dan Indonesia konflik hampir saja terjadi antara dua bangsa bertetangga yang suku dan agamanya mayoritas sama hanya karena masalah perebutan pulau ataupun pengakuan karya budaya. Semua masyarakat seolah siap untuk berperang demi nasionalisme. Lagi lagi kepentingan menjadi hal yang utama.

Sepertihalnya program exchange student pada saat ini, mayoritas negara yang di incar sebagai peserta adalah negara negara yang berpenduduk mayoritas muslim. Dan negara tujuan tak lain lagi adalah negara besar seperti America, Australia dan sebagian besar negara di eropa. hal ini karena mereka menginginkan cirta baik di mata dunia terutama dunia muslim.

“There is no free lunch in the world”. Muslim adalah musuh utama mereka, oleh karena itu negara berpenduduk muslimlah yang menjadi sasaran utama. Perlu di ketahui dalam seleksi pemilihan candidate exchange student yang di cari bukanlah mereka yang berpotensi akademik akan tetapi mereka yang perbotensi di bidang leadership. Bibit bibit pemimpin itu kini di biyayai untuk tinggal dan menetap di negara mereka agar tercipta citra baik di mata mereka. Sehingga kelak jika mereka menjadi pemimpin maka mereka tidak akan melawan kehendaknya.

Sepotong roti yang mereka berikan bukanlah roti biasa, di dalamnya terdapat racun. Dan kini banyak bibit bibit pemimpin muslim yang sudah memakanya. Rupanya mereka tau betul bahwasannya untuk melawan muslim pada saat ini bukan lagi menggunakan kekerasan, melaikan dengan cara halus, yaitu penghancuran akidah secara bertahap dan tersembunyi. Bagaimana mungkin mereka mau mengeluarkan jutaan dolar setiap tahunya, tanpa mengharapkan imbalan???

Saya tidak mengatakan bahwa program student exchange buruk, segala sesuatu pasti ada baik dan buruknya, akan tetapi sepatutnya kita waspada.

« Newer Posts - Older Posts »