It’s just one of my way to express my self

Gratis

Di suatu paruh malam seorang gadis kecil hendak
mengirim pesan kepada ibundanya tercinta. Diambilnya
secarik kertas dan pena, mulailah ia menulis:
“Kepada ibundaku tersayang :untuk menyapu lantai
tadi sore, 1 dinar;untuk mencuci piring, 1 dinar;untuk
membelikan ibu bumbu dapur di warung sebelah, 2
dinar;untuk membantu ibu membersihkan halaman, 2
dinar;untuk hadiah karena aku mendapat nilai bagus di
kelas hari ini, 3 dinar;untuk segala sikap manisku dan
tidak nakal lagi hari ini, 1 dinar;Jadi untuk hari ini
total hutang ibu kepadaku adalah 10 dinar”.
Kemudian gadis kecil itu meletakkan tulisan tersebut
di atas ranjang tidurnya.

Keesokan paginya setelah  melepas putrinya sekolah), sang ibu membersihkan kamar
putrinya dan dilihatnya tulisan sang anak tersebut.
Dengan perasaan bercampur baur mulailah kata demi kata
dalam kertas tersebut dibacanya. Air mata pun
berlinang deras,  membayangkan buah hati satu-satunya
yang sangat ia harapkan masa depannya. Dengan isak
tangis yang tertahan sang ibu mengambil pena dan
mulailah menuliskan rangkaian kata di kertas tersebut,
persis dibawah tulisan anaknya: “Kepada anakku
tercinta:    untuk mengandungmu selama 9 bulan,
GRATIS;untuk nyawa yang kupertaruhkan saat
melahirkanmu, GRATIS;untuk bangunku di tengah malam
demi meredakan tangismu, GRATIS;untuk air susu yang
kucurahkan kepadamu selama 2 tahun dulu, GRATIS;untuk
mengajarimu menyanyi hingga kau menjadi gadis periang,
GRATIS;Jadi total segala kasih sayangku kepadamu
selama ini; GRATIS”. Kemudian ibu tersebut menaruh
kembali tulisan tersebut ditempat semula. Sementara
itu di sekolahnya, sang gadis kecil hari itu merasa
tak nyaman. Ingin rasanya ia cepat pulang, penasaran
dengan sikap ibunya atas surat yang ia tulis semalam.
Saat pulang sekolah, tak sabar ia bergegas menuju
kamarnya. Dan ketika menyaksikan ternyata suratnya
sudah berbalas, dengan tangan bergetar dibacanya
tulisan ibunya tersebut. Sambil menangis tersedu
menyadari segala kekhilafan yang ia perbuat kepada
ibunya, ia mengambil pena dan menuliskan satu kata,
persis di bawah tulisan ibunya: “L U N A S”.
(Malang,  Februari 2007, diilhami oleh nasihat dari
Dr. Permana Agung, semoga Allah meridhoinya).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: