It’s just one of my way to express my self

Virus Merah Jambu

“Hati-hati dengan VMJ alias Virus Merah Jambu yang dapat merusak kekokohan jamaah.” Demikianlah yang sering didengungkan di kalangan aktivis da�wah. Cinta dianggap sebagai virus. Cinta yang tumbuh sebelum menikah, dianggap kotor dan lebih ekstrim lagi harus dimatikan. Padahal manusia mana yang dapat mengendalikan datangnya cinta karena setiap hati ada dalam genggaman Allah. Cinta yang ada dalam diri setiap manusia adalah fitrah. Bahkan Allah yang menciptakan manusia berfirman tentang kecenderungan itu :

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini, yakni wanita wnita, anak-anak, harta yang bnyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan dan sawah ladang …” (QS. Ali Imran : 14)

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia
menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri ,
supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya ,
dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar
terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. �

(Ar Rum ayat 21)

Islam tidak mengingkari perasaan cinta yang tumbuh pada diri manusia. Akan tetapi di dalam Islam cinta itu harus dijaga dan dilindungi dari kehinaan dan kekotoran. Cinta pada dasarnya adalah suci ,bukan sesuatu yang kotor. Dan pernikahan adalah bingkai yang dapat menjaga kesucian itu.

Cinta tidak haram selama tidak menimbulkan kemaksiatan kepada-Nya. Inilah yang harus di garis bawahi karena seringkali dengan dalih cinta namun menghalalkan apa-apa yang Allah haramkan. Bermujahadahlah untuk menikahi. Karena seorang laki-laki yang shaleh itu, manakala ia memiliki kecenderungan kepada seorang wanita maka ia akan berusaha untuk menikahinya. Bukankah Allah menghalalkan jual beli, mengharamkan riba. Dan menghalalkan pernikahan,mengharamkan perzinaan.

Siti Fatimah pernah berkata kepada Ali bin Abi Thalib, � Wahai Ali sesungguhnya sebelum menikah,ada laki-laki di kota Mekkah ini yang sangat aku kagumi. �
� Jadi engkau menyesal menikah denganku ? � ujar Ali
� Tentu tidak,karena laki-laki itu adalah engkau�.. �

Mari kita lihat pula kisah cinta spektakuler nan menggemparkan yang tercantum di dalam Al Qur�an,yaitu kisah Zulaikha dan Yusuf. Tidak tanggung-tanggung,laki-laki yang dicintai Zulaikha adalah seorang nabi ,nabi yang paling tampan! Dan kisah cinta itu bermuara dengan kesucian yang tetap terjaga yaitu dalam bingkai pernikahan.

Ibnu Qayyim Al Jauziyah mengatakan bahwa cinta yang kita bicarakan di sini adalah tentang cinta yang suci, dari seorang lelaki yang suci, yang tidak menginginkan agama dan kesucian dirinya serta pribadinya menjadi rusak, hubungan antara dirinya dengan Allah menjadi renggang. Inilah cinta orang-orang salaf yang mulia dan para imam yang terhormat. Inilah Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bin Mas�ud, salah seorang dari tujuh fuqaha yang jatuh cinta dan dia tidak mengingkarinya. Dia menganggap orang yang mencela cinta adalah orang yang zhalim.

Bahkan Nabi saw, Abu Bakar,Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib juga biasa memberi pertolongan kepada orang-orang yang sedang dimabuk cinta agar dapat menikah dengan orang yang dicintainya.

Yang perlu diingat, janganlah kita terlalu bergantung kepada cinta manusia. Cinta tertinggi hanyalah kepada Allah. Lihatlah Bilal yang ketika melamar seorang wanita dan ditolak namun tak ada yang dikatakannya selain tetap bertakbir,memuji kebesaran Allah. �Allahu Akbar. !�

Tidak bisa dinafikkan bahwa manusia mencintai keindahan,namun hendaknya yang dicintai itu bukan sekedar keindahan fisik yang hakekatnya adalah hal semu yang dapat hilang ditelan masa. Keindahan utama yang patut dicintai adalah keindahan akhlak. Dan Islam sangat memuliakan manusia yang berakhlak baik. Bukankah Siti Khadijah memiliki kecenderungan kepada Rasulullah saw karena terpesona dengan kemuliaan akhlak beliau.

Ungkapan seorang akh yang mencintai seorang akhwat , � Sesungguhnya ana mencintainya karena Allah dan ana ingin agar cinta ini menjadi cinta yang benar di hadapan Allah. � Lalu sang ikhwan bermujahadah untuk menikahinya ,dengan cara-cara yang Allah ridhai. Cinta sang ikhwan ini tidak layak kita cela ,justru harus kita hargai dan hormati karena bukankah ia tidak mengajak sang akhwat untuk berpacaran tetapi untuk menikah. Sebuah jalan yang suci yang didalamnya cinta bermuara ,ada tanggungjawab besar yang akan dipikul dan ada perjanjian yang kokoh.

Akhirnya, sesungguhnya cinta adalah fitrah. Cinta bukanlah sesuatu yang kotor atau memalukan. Dan jangan pernah menyebut � cinta adalah virus� . Tetapi katakanlah, � cinta adalah karunia-Nya.� Dan bermujahadahlah untuk menikahi orang yang kita cintai.(aw)

taken from huzaifah.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: