It’s just one of my way to express my self

Sensitif terhadap Waktu
Penulis : KH Abdullah Gymnastiar

Menunda amal kebaikan karena menantikan kesempatan yang lebih baik
adalah tanda kebodohan yang memengaruhi jiwa (Ibnu Atha’ilah)
Sesungguhnya waktu akan menghakimi orang yang menggunakannya. Saat
kita menyia-nyiakan waktu, maka waktu akan menjadikan kita orang sia-
sia.

Saat kita menganggap waktu tidak berharga, maka waktu akan menjadikan
kita manusia tidak berharga. Demikian pula saat kita memuliakan
waktu, maka waktu akan menjadikan kita orang mulia. Karena itu,
kualitas seseorang terlihat dari cara ia memperlakukan waktu.

Allah SWT menegaskan bahwa orang rugi itu bukan orang yang kehilangan
uang, jabatan atau penghargaan. Orang rugi itu adalah orang yang
membuang-buang kesempatan untuk beriman, beramal dan saling nasihat-
menasihati (QS Al Asher [103]: 1-3).

Menunda Amal

Ciri pertama orang merugi adalah gemar menunda-nunda berbuat
kebaikan. Ibnu Athailah menyebutnya sebagai tanda kebodohan, “Menunda
amal kebaikan karena menantikan kesempatan yang lebih baik adalah
tanda kebodohan yang memengaruhi jiwa.

Mengapa Orang Suka Menunda-nunda?

Pertama, ia tertipu oleh dunia. Ia merasa ada hal lain yang jauh
berharga dari yang semestinya dilakukan. Tetapi kamu (orang-orang
kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah
lebih baik dan lebih kekal. Demikian firman Allah dalam QS Al A’laa
[87] ayat 16-17.

Kedua, tertipu oleh kemalasan. Malas itu penyakit yang sangat
berbahaya. Orang malas tidak akan pernah meraih kemuliaan di dunia
dan akhirat. Tidak ada obat paling manjur mengobati kemalasan, selain
mendobraknya dengan beramal.

Ketiga, lemah niat dan tekad, sehingga tidak bersungguh-sungguh dalam
beramal. Salah satunya dengan terus menunda. Seorang pujangga
bersyair, Janganlah menunda sampai besok, apa yang dapat engkau
kerjakan hari ini. Juga, Waktu itu sangat berharga, maka jangan
engkau habiskan kecuali untuk sesuatu yang tidak berharga.

Tidak Sensitif Terhadap Waktu

Ciri kedua, tidak sensitif terhadap waktu. Islam memerintahkan kita
untuk sensitif terhadap waktu. Dalam sehari semalam tak kurang lima
kali kita diwajibkan shalat. Sehari semalam, lima kali Allah SWT
mengingatkan kita akan waktu. Shalat pun akan bertambah keutamaannya
bila dilakukan di masjid, berjamaah dan tepat waktu. Karena itu,
orang-orang yang mendirikan shalat, pasti memiliki manajemen waktu
yang baik.

Sesungguhnya, kita hanya akan perhatian terhadap sesuatu yang kita
anggap penting. Demikian pula dengan waktu. Jika kita menganggap
waktu sebagai modal terpenting, maka kita akan sangat sensitif dan
perhatian terhadapnya. Kita tidak akan rela sedetik pun waktu berlalu
sia-sia. Orang yang perhatian terhadap waktu terlihat dari
intensitasnya melihat jam. Ia sangat sering melihat jam. Ia begitu
perhitungan, sehingga kerjanya efektif dan cenderung berprestasi.
Penelitian menunjukkan semakin seseorang perhatian dengan waktu,
semakin berarti dan efektif hidupnya. Ia pun lebih berpeluang meraih
kesuksesan.

Orang sukses itu tidak sekadar punya kecepatan, namun ia punya
percepatan. Kecepatan itu bersifat konstan atau tetap, sedangkan
percepatan itu menunjukkan perubahan persatuan waktu. Artinya, orang
sukses itu senantiasa melakukan perbaikan. Hari ini harus lebih baik
dari hari kemarin. Hal ini senada dengan sabda Rasulullah SAW bahwa
orang beruntung itu hari ini selalu lebih baik dari kemarin. Lain
halnya dengan orang konstan; hari ini sama dengan kemarin. Rasul
menyebutnya orang rugi. Sedangkan orang yang hari ini lebih buruk
dari kemarin disebut orang celaka.

Saudaraku, orang yang memiliki percepatan, hubungan antara prestasi
dengan waktu hidupnya menunjukkan kurva L. Dalam waktu yang minimal,
ia mendapatkan prestasi maksimal. Itulah Rasulullah SAW. Walau
usianya hanya 63 tahun, namun beliau memiliki prestasi yang abadi.
Demikian pula para sahabat dan orang-orang besar lainnya. Semuanya
berawal dari adanya sensitivitas terhadap waktu.

Sumber : http://republika.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: