It’s just one of my way to express my self

Sepotong Roti Beracun untuk Echange Student

International Exchange Student merupakan program yang di adakan dengan tujuan cultural learning, untuk membangun rasa respect akan perbedaan kebudayaan. Hal ini di mulai sekitar lima puluh tahun yang lalu, ketika terjadi perang dunia ke II. AFS (American Fire Service) merupakan organisasi pelopor pertama di adakanya program pertukaran kebudayaan. Di awali oleh para supir ambulace yang bertugas pada perang dunia ke II di mana mereka harus loyal membantu siapapun yang membutuhkan bantuan, entah itu kawan ataupun lawan. Setelah perang dunia usai, banyak dari mereka tetap tinggal di daerah bekas konflik, bercampur dengan penduduk sekitar. Di sinilah awal mula terbentuknya rasa saling menghargai akan perbedaan kebudayaan. Program ini kemudian di kembang luaskan, hingga saat ini. Dan kenyataanya program ini memang membantu terciptanya perdamaian, karena menimbulkan adanya rasa saling pengertian akan adanya perbedaan di antara umat manusia.

Lambat laun, program yang semula bertujuan sangat mulia ini di salah gunakan oleh pihak yang sangat tidak bertanggung jawab. Tidak ada teman yang abadi dan tidak ada musuh yang abadi yang abadi hanyalah kepentingan. Konfil konflik yang terjadi selama ini di belahan dunia mengisyaratkan bahwa meskipun kita satu agama, budaya. ras, ataupun suku tapi ketika kepentingan kita berbeda maka persamaan itu akan hilang, dan tak ayal lagi konflikpun akan terjadi.

sebagai contoh nyata Malaysia dan Indonesia konflik hampir saja terjadi antara dua bangsa bertetangga yang suku dan agamanya mayoritas sama hanya karena masalah perebutan pulau ataupun pengakuan karya budaya. Semua masyarakat seolah siap untuk berperang demi nasionalisme. Lagi lagi kepentingan menjadi hal yang utama.

Sepertihalnya program exchange student pada saat ini, mayoritas negara yang di incar sebagai peserta adalah negara negara yang berpenduduk mayoritas muslim. Dan negara tujuan tak lain lagi adalah negara besar seperti America, Australia dan sebagian besar negara di eropa. hal ini karena mereka menginginkan cirta baik di mata dunia terutama dunia muslim.

“There is no free lunch in the world”. Muslim adalah musuh utama mereka, oleh karena itu negara berpenduduk muslimlah yang menjadi sasaran utama. Perlu di ketahui dalam seleksi pemilihan candidate exchange student yang di cari bukanlah mereka yang berpotensi akademik akan tetapi mereka yang perbotensi di bidang leadership. Bibit bibit pemimpin itu kini di biyayai untuk tinggal dan menetap di negara mereka agar tercipta citra baik di mata mereka. Sehingga kelak jika mereka menjadi pemimpin maka mereka tidak akan melawan kehendaknya.

Sepotong roti yang mereka berikan bukanlah roti biasa, di dalamnya terdapat racun. Dan kini banyak bibit bibit pemimpin muslim yang sudah memakanya. Rupanya mereka tau betul bahwasannya untuk melawan muslim pada saat ini bukan lagi menggunakan kekerasan, melaikan dengan cara halus, yaitu penghancuran akidah secara bertahap dan tersembunyi. Bagaimana mungkin mereka mau mengeluarkan jutaan dolar setiap tahunya, tanpa mengharapkan imbalan???

Saya tidak mengatakan bahwa program student exchange buruk, segala sesuatu pasti ada baik dan buruknya, akan tetapi sepatutnya kita waspada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: