It’s just one of my way to express my self

Kembali Memaknai Solat

Kembali Memaknai Solat

Sholat merupakan perkara pertama yang nanti akan di tanyakan di hari kiyamat. Jika sholat seseorang bagus maka dia akan selamat, karena amal amal lain masih bisa untuk membantunya. Namun jika solatnya sudah jelek, jangan harap akan ada keselamatan. Siksa itu begitu pedih, sanpai tidak ada hal di dunia ini yang melebihi pedih siksanya.

Dalam sehari, allah telah memberikan kita waktu 24 jam sedangkan kita hanya di minta untuk mendirikan solat selama 5 kali sehari. Dimana tiap solat mungkin hanya membutuhkan waktu tak lebih dari 10 menit. Itu berarti allah hanya meminta 50menit dari 24jam yang Iya berikan. Masihkah kamu menganggapnya susah dan berat?

Dari Abdullah bin Umar, dari Nabi saw: “ barang siapa yang mau memelihara shalat maka shalat itu akan menjadi cahaya baginya dan akan menjadi bukti serta keselamatan di hari kiamat. Sebaliknya, barangsiapa yang tidak mau memelihara shalat maka dia tidak mempunyai cahaya dan bukti, serta keselamatan, dan besok di hari kiamat ia akan bersama dengan Qorun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf” Nauzubillah suma nauzubillah. hadis ini terdapat pada kitab at-Thahrir halaman 258.

Banyak hal yang menjadikan sholat itu utama di banding ibadah ibadah lainya. Akan tetapi kemurahan allah tidak akan pernah ada habisnya, kepada orang orang yang sedang di landa sakit, dalam perjalanan atau dalam bahaya allah memberikan keringanan kepada kita dalam melaksanakanya. Oleh karena itu tegakkanlah solat selagi kita bisa, karena jika tidak penyesalan tiada terkira yang nantinya akan kita terima.

Janganlah kita terpedaya dengan tipuan tipuan setan, karena zaman sekarang ini banyak orang yang meninggalkan solat dengan dalil bahwasanaya agama bukan pada shalat akan tetapi agama itu adalah perbuatan hati dan perangai yang bagus. Sungguh tipudaya yang sangat menyesatkan, dan alangkah sedihnya karena hal ini kini sudah menjadi biasa di antara kita. Ini benar benar tipudaya setan. Bagaimana di katakan beragama kalau ia tidak mau melaksanakan kewajibannya, merusak rukun rukun dan tiang serta meremehkan syi’ar syi’arnya?

Oleh karena itu, marilah kita coba kembali menghayati makna penting dari shalat, bagi kita yang belum melaksanakannya maka alangkah baiknya kita mulai kembali untuk melaksanakannya. Dan bagi yang sudah mari kita hayati secara lebih mendalam, agar kita bisa mencapai kekhusuan.

Dalam rangka perbaikan diri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: