It’s just one of my way to express my self

Bonus Bonus………

ANTARA WAJIB DAN SUNAT.
Banyak diantara kita yang ragu, mana yang harus didahulukan, apakah bayar puasa Ramadhan yang “bolong”, atau puasa Syawal 6 hari?
Ternyata saya belum mendapatkan dalil yang jelas tentang ini, tetapi mari kita pertimbangkan secara akal sehat:
 
Kapan kita akan mati, kita tidak tahu.
Puasa Ramadhan adalah puasa wajib, bila tidak dikerjakan, hukumnya berdosa.
Puasa 6 hari pada bulan Syawal adalah puasa sunat, bila tidak dikerjakan, hukumnya tidak berdosa
 
Kesimpulannya:
Bayar lunas dahulu yang wajib, baru kemudian yang sunat. Syukur-syukur kita masih diberi kesempatan oleh NYA. Jangan sampai kita mati dalam keadaan masih punya “utang” puasa wajib.
Sebaiknya jangan ditunda-tunda, karena bulan Syawal sangat terbatas harinya.
 
PUASA SYAWAL SEKALIGUS JUGA PUASA WAJIB?
Misalnya kita punya utang puasa wajib 4 hari, maka dengan hanya puasa 6 hari di bulan Syawal, maka apakah kita sudah dapat sekaligus 2 pahala, yaitu bayar puasa wajib (4 hari)  dan sekaligus puasa sunat (6 hari)?
Hal ini juga saya belum mendapatkan dalilnya yang jelas, tetapi secara akal sehat, apakah ketika kita sholat Isya 4 raka’at, maka kita sudah dianggap melaksanakan sholat tarawih 4 raka’at, sehingga tinggal mengerjakan sisa raka’atnya saja?
 
KESEMPATAN EMAS UNTUK MENDAPATKAN  “BONUS”
Andaikan boss anda menjanjikan akan membayar bonus sebanyak 1 tahun (12 bulan) gaji apabila anda bekerja extra selama hanya 6 hari saja pada bulan April, maka hampir bisa dipastikan anda akan menyanggupinya. Bayangkan dengan hanya bekerja 6 hari, anda dapat gaji extra/ bonus sama seperti apabila anda bekerja 1 tahun !
Demikian Allah SWT menjanjikan “bonus” semacam itu apabila anda puasa Syawal 6 hari.
Tetapi ingat, bahwa bulan bonus tersebut terbatas hanya berlaku selama 1 bulan saja, yaitu bulan Syawal.
Cepat !  Jangan sampai lewat “dead line” ! Kesempatan emas ini hanya ada 1 kali dalam setahun, itupun kalau kita masih panjang umur ! Kapan lagi?!!!
 
Diriwayatkan dari Abu Ayyub al-Anshariy ra: Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda : Barang siapa yang shaum pada bulan Ramadhan, kemudian diikuti shaum enam hari pada bulan syawal adalah seperti shaum setahun penuh. ( H.R : Muslim)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: